Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Mohon Maaf Lahir dan Batin yaa... bagi yang mulai puasa tgl 20 Juli maupun yang baru mulai puasa tgl 21 Juli 2012. Beda lagi seperti tahun sebelumnya, Ramadhan di Indonesia mah selalu begini. Untuk penentuan satu Ramadhan harus diputuskan oleh Pemerintah dengan mengadakan sidang Isbat yang dihadiri berbagai ormas Islam di Indonesia. Tapi yang beda kali ini adalah tidak ikut/hadirnya ormas Islam dari Muhammadiyah. Pasti sudah pada tahu kan kenapa alasannya? Betul, "ini adalah masalah keyakinan, Pemerintah tidak seharusnya ikut masuk" kata Ketua Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Sesuai judul postingan ini, satu Ramadhan kali ini saya berada di Bogor, Parung Panjang. Ya, saya sudah mulai berpuasa tgl 20 Juli 2012, pertama kali Ramadhan di luar Makassar, pertama kali ketemu yang punya rumah, dan pertama kali naik kerta listrik. Untuk pertama yang pertama :) saya memang baru 2 minggu di Jakarta, bermaksud mengurus STR di Depkes sekalian jalan-jalan. Dan jalan-jalan ke Bogor kali ini memang sudah direncanakan lama, bertemu dengan saudara sepupu saya yang lama tinggal di sini (pertama kedua). Sudah sejak tahun 1977 beliau merantau ke Jakarta untuk bekerja, makanya baru kali ini ketemu. Untuk pertama ke tiga, memang ini pertama kalinya saya menggunalan jasa angkutan darat berupa kereta listrik. Dan pengalaman pertama ini yang seru. Saya tiba di Stasiun Kereta Tanah Abang pukul 9 pagi dan kertanya baru berangkat pukul 3 sore, sumpeh loh...
Selama di stasiun bersama Kakak sepupu saya, banyak hal bisa diceritakan. Mumpung masih teringat, jadi saya tuliskan saja di sini untuk saling berbagi pengalaman dengan pemabaca sekalian. Mulai dari kejadian di stasiun, keterlambatan kereta listrik waktu itu katanya seh disebabkan karena gangguan listrik, tapi yang disesalkan kami (pengguna jasa), kenapa tiket jam 12.30, 1.15, dan 3.00 dijual di loket sedangkan keretanya jelas belum pasti datang jam segitu. Petugas stasiun juga tidak memberikan pengumuman jelas mengenai keterlambatan kereta tadi, apa susahnya diumumkan penyebab keterlambatan tadi sehingga kami tahu dan tidak gelisah menunggu. Ujung-ujungnya kan kami tidak harus duduk nungguin datanya kereta dan bisa pergi makan dulu, mau makan takut nanti keretanya datang.
Akhirnya dengan bekal roti dan teh botol kami makan sekedar untuk mengganjal perut sampai tiba di rumah pukul 4 sore. Asal dijalani dengan hati ikhlas perjalanan lama menjadi lebih menyenangkan karena akhirnya setelah 2 minggu di jakarta, baru kali ini saya melihat langit biru lagi... di Jakarta langitnya mendung melulu, penuh asap polusi kendaraan.Setelah makan siang, mandi, kami lalu sholat magrib di musholah dekat rumah dan saya sempet ikut perbincangan antar sesama pengurus musholah setempat. Satu petikan kalimat dari kakak sepupu saya tentang tatacara berogranisasi yaitu "organisasi layaknya air yang diaduk dalam gelas, pengurus organisasi sebagai airnya dan gelas sebagai organisasinya. Jika kita (pengurus) selalu mendekat ke tengah pusaran air (aktif dalam organisasi) maka kita akan terus berada dan dekat di dalamnya, tapi jika kita berada di luar atau menjauh (jarang aktif dalam organisasi) dari pusaran air maka secara otomatis kita akan terlempar jauh dari di luar pusaran air tadi. Plus satu lagi tentang frekuensi hati manusia. Usahakan selalu berpikir positif dan memikirkan atau meneleraskan frekuensi hati dan otak kita tentang apa yang kita mau, bukan yang tidak kita mau. Diumpamakan bila kita ingin menonton siaran pertandingan bola di RCTI, ubahlah channel (frekuensi) TV anda ke RCTI, bukan ke Global TV! Jika anda ingin sehat dan kaya, ubahlah channel (frekuensi) hati dan pikiran anda ke sehat dan kaya, bukan sakit dan miskin!


manteepppp binggo tulisannya.. menginspirasi :D
BalasHapus